Tab Scripts memungkinkan Anda menginjeksi kode kustom (HTML, JavaScript, CSS, atau PHP) ke semua halaman frontend tanpa mengedit file tema. Tab ini memiliki dua sub-tab: Header & Footer dan Code Snippets.
Sub-tab: Header & Footer #
Tiga area textarea untuk menginjeksi kode ke lokasi yang berbeda di setiap halaman.
| Lokasi | Hook WordPress | Kapan Digunakan |
|---|---|---|
<head> | wp_head (priority 1) | Meta tags, analytics snippets, Google Fonts, CSS kustom |
<body> opening | wp_body_open (priority 1) | GTM noscript tag, chat widgets, heatmap trackers |
Before </body> | wp_footer (priority 99) | JavaScript tracking, widget eksternal, custom scripts |
Contoh penggunaan <head>:
<!-- Google Fonts -->
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter&display=swap" rel="stylesheet">
Contoh penggunaan Before </body>:
<script>
// Custom tracking script
console.log('Page loaded');
</script>
⚠️ Kode disimpan apa adanya (unfiltered). Pastikan kode sudah valid sebelum menyimpan — kode yang rusak dapat menyebabkan error di seluruh halaman frontend.
Sub-tab: Code Snippets #
Kelola beberapa kode snippet sekaligus, masing-masing dengan nama, tipe, lokasi, dan status aktif/nonaktif tersendiri.
Fitur Snippet #
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Nama Snippet | Label deskriptif untuk mengidentifikasi fungsi snippet (contoh: “Google Analytics 4”, “UTM Tracker”) |
| Toggle On/Off | Aktifkan atau nonaktifkan snippet tanpa menghapusnya — berguna untuk testing atau maintenance sementara |
| Tipe Kode | HTML, JavaScript, CSS, atau PHP. Setiap tipe ditampilkan dengan badge warna berbeda. |
| Lokasi | Pilih di mana snippet diinjeksi: <head>, <body> opening, atau Before </body> |
| Expand/Collapse | Klik header snippet untuk buka/tutup editor kode |
| Hapus Snippet | Hapus snippet yang tidak diperlukan (ada konfirmasi sebelum dihapus) |
PHP Snippets — Cara Kerja #
PHP snippet memiliki perilaku khusus yang penting untuk dipahami sebelum digunakan.
Bagaimana PHP snippet dieksekusi:
- PHP snippet dieksekusi di hook WordPress
init(priority 1) — sebelum halaman dirender - Ini memungkinkan penggunaan
add_shortcode(),add_filter(),add_action(), dan deklarasi function - Plugin otomatis membungkus setiap deklarasi function dengan
function_exists()guard untuk mencegah error “Cannot redeclare function”
Aturan penulisan PHP snippet:
- Jangan sertakan opening tag
<?php— plugin menambahkannya secara otomatis - Pilihan lokasi (head/body/footer) tidak berpengaruh untuk PHP — semua PHP dieksekusi di hook
init - Kode non-PHP (HTML, echo) sebaiknya menggunakan tipe HTML atau JS, bukan PHP
Contoh PHP snippet yang valid:
// Tambah shortcode kustom
function my_custom_shortcode($atts) {
return '<p>Hello dari shortcode!</p>';
}
add_shortcode('hello', 'my_custom_shortcode');
// Modifikasi judul halaman
add_filter('the_title', function($title) {
return $title;
});
Plugin akan otomatis mengubah kode di atas menjadi:
if ( ! function_exists( 'my_custom_shortcode' ) ) {
function my_custom_shortcode($atts) {
return '<p>Hello dari shortcode!</p>';
}
}
add_shortcode('hello', 'my_custom_shortcode');
💡 Contoh penggunaan PHP snippet: Menambah shortcode kustom, memodifikasi WooCommerce query, mendaftarkan custom post type, atau menambahkan custom field — tanpa harus mengedit file
functions.phptema.