Membangun Personal Branding untuk Bisnis MLM - DianNugroho.com

Bagaimana Membangun Personal Branding untuk Bisnis MLM secara online dalam 30 hari

Personal Branding Bisnis MLM. Apa yang terlintas dalam benak Anda mendengar istilah itu?

Personal Branding saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan.

Metode ini dianggap sebagai metode ampuh bagi siapa saja yang ingin membangun bisnisnya terutama melalui media online…

Bahkan metode ini dianggap sangat membantu para pelaku bisnis yang baru saja terjun menggunakan internet.

Personal Branding menjadi penting dikarenakan saat ini sudah mulai marak penipuan dengan memanfaatkan media internet. Maka sekarang sudah mulai muncul keraguan para netizen untuk melakukan transaksi bisnis secara online.

Jika orangnya tidak dikenal dan dipercaya maka sangat kecil kemungkinannya orang mau melakukan transaksi.

Tapi bagaimana dengan pelaku bisnis yang murni ingin menjalankan bisnisnya secara bersih dan tidak menipu?

Itulah mengapa Personal Branding diperlukan.

Dengan menggunakan metode Personal Branding, seorang pebisnis dapat membuat dirinya dikenal dan akhirnya dapat dipercaya oleh calon customernya.

Bagaimana dengan Bisnis MLM? Perlukah Personal Branding?

Jelas perlu.

Karena banyak pebisnis MLM yang di offline saja tidak dipercaya, apalagi di media online.

Banyak pelaku bisnis MLM yang hanya mengandalkan web replika milik perusahaan atau milik group saja. Kemudian menyebarkan link referal kemana-mana termasuk social media.

Harapannya dengan membuka website replikanya otomatis banyak yang akan tertarik dan akhirnya join. Disinilah kesalahan pebisnis MLM yang umum dimulai.

Kesalahan utama dari pelaku bisnis MLM adalah ingin cepat-cepat mendapatkan hasil. Mereka berpikir bahwa bisnis MLM adalah bisnis yang dapat memberikan income secara cepat. Memang benar dalam sisi potensi.

Namun cepat bukan berarti instan.

Padahal di dunia ini tidak ada yang instan kan? Bahkan, mie instan pun harus melalui proses merebus dan mencapurkan dengan bumbu yang telah tersedia.

Begitu juga di bisnis MLM, tidak mungkin dengan hanya menyebarkan link referal akan banyak orang yang akan bergabung. Karena ketika pengunjung masuk ke website tersebut, mereka tidak tahu siapa yang bisa dipercaya. Dan biasanya website tersebut penuh dengan iklan yang membuat banyak pengunjung akhirnya pergi tanpa bergabung.

Semuanya perlu proses.

Ok, kembali pada pokok bahasan…

“Bagaimana Membangun Personal Branding Bisnis MLM secara online dalam 30 hari”

Baik, mari kita mulai dari hari pertama hingga hari ke-30.

Hari Ke-1 :

Tentukan siapa Anda dan ingin dikenal sebagai siapakah Anda di bisnis MLM.

Tidak tahu siapa dirinya dan mau jadi apa itu adalah kesalahan yang fatal dalam melakukan personal branding.

Memang benar personal branding adalah upaya melakukan reimage diri dalam benak masyarakat. Tapi jika kita tidak tahu siapa diri kita, sama saja kita tidak tahu kita berada dimana.

Bayangkan, ketika Anda saat ini tidak tahu Anda berada dimana, di kota mana, di daerah mana, maka memiliki peta pun akan percuma. Ketika Anda hendak menuju ke suatu tempat, tapi Anda tidak tahu dimana posisi Anda saat ini maka yang kemungkinan yang terjadi adalah tersesat.

Setelah Anda mampu mengidentifikasikan siapa diri Anda saat ini dan dikenal sebagai siapakah Anda di bisnis MLM nantinya, maka Anda sudah menemukan Personal Brand Anda.

Hari Ke-2 :

Tentukan apa visi Anda dalam kaitanya Bisnis MLM yang sedang Anda jalankan.

Mengapa Visi? Mengapa bukan impian? Bukankah di bisnis MLM itu untuk mencapai impian seperti yang dikatakan para leader-leader bisnis MLM?

Karena Visi jauh lebih besar daripada Impian.

Sebesar apapun dan sekuat apapun impian yang dimiliki seseorang tidak akan lebih besar daripada visi.

Personal Branding Bisnis MLM Milikilah Yang Lebih Besar daripada Impian - www.diannugroho.com

Photo Source : freepik.com

Adrian Cahill seorang Pakar NLP dan Coach Pengembangan diri yang tinggal di Shanghai mengembangkan sebuah level perubahan diri manusia. Metodologi ini merupakan modifikasi dari Neurological Level yang dikembangkan oleh Robert Dilts (Salah satu pengembang NLP yang telah banyak menemukan metode-metode ampuh dalam NLP dan Pendiri NLP University).

Berikut Neurological level yang merupakan hasil modifikasi dari Adrian Cahill :

Neurological Level By Adrian Cahill - Personal Branding Bisnis MLM - www.diannugroho.com

Sumber : http://adriancahill.com/self-development/nlp-coach-in-shanghai/

Perhatikan level paling atas, Spirituality.

Spirituality atau Spiritual berbeda dengan keyakinan beragama atau aliran kepercayaan. Disini kita mengidetifikasikan tujuan hidup kita.

Untuk apa kita hidup? Apakah untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai saja? Tentu saja tidak kan? Ketika seseorang telah mencapai level spiritual dia akan dapat menemukan siapa dirinya, apa tujuan hidup dia dilahirkan berkaitan dengan keberadaannya sebagai bagian dari masyarakat dunia.

“Lho kok sampai urusan masyarakat dunia segala? Ini kan urusan bisnis MLM?”

Jika Anda hanya ingin punya 100 member di kota Anda saja, maka Anda tidak perlu sampai mengidetifikasikan visi/tujuan hidup Anda. Tapi jika Anda ingin punya ribuan atau ratusan ribu member di seluruh penjuru tanah air dan bahkan di negara-negara lain maka Anda perlu visi yang kuat.

Menariknya, ketika kita sudah dapat menentukan visi hidup kita, maka dengan sangat mudah kita dapat merancang dan menentukan personal brand kita (level Identity).

Hari ke-3 :

Tentukan Target Prospek Anda yang spesifik dan realistis.

Jangan membuat target prospek semua orang. Memang benar bisnis MLM dapat dijalankan oleh siapa saja. Tapi tidak semua orang mau menjalankan bisnis MLM.

Daripada Anda susah payah mengejar prospek yang tidak mau menjalankan bisnis MLM bersama Anda, lebih baik Anda fokuskan tenaga dan pikiran Anda kepada prospek yang benar-benar siap menjalankan bisnis MLM bersama Anda.

Untuk itu Anda perlu target prospek yang spesifik, jelas dan realistis. Berikut contoh kriteria yang dapat Anda gunakan :

  • Usia : contoh 18-30 tahun (usia mahasiswa dan fresh graduate), 28-40 tahun (Usia orang dewasa yang mapan dan sudah bekerja)
  • Latar Belakang : contoh ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, pengusaha kecil, dll.
  • Tempat tinggal : kota, propinsi, negara
  • Kemampuan Finansial : bawah, sedang dan atas
  • Kemampuan sosialisasi : kurang bergaul, sedang dalam bergaul dan sangat mudah untuk bergaul
  • Kebutuhan terhadap produk : Apakah Anda mentargetkan orang yang membutuhkan produk MLM Anda atau hanya orang yang ingin menjalankan bisnis MLM Anda?
  • Permasalahan : identifikasikan permasalahan yang dihadapi prospek Anda, misalnya sakit, membutuhkan penghasilan tambahan, dll.

Hari ke-4 :

Rancang konten yang ingin Anda berikan kepada prospek Anda.

Konten dalam internet marketing tidak hanya artikel di blog saja.Tapi juga termasuk di dalamnya video, gambar, status di social media, dll.

Yang perlu Anda perhatikan dalam merancang konten adalah :

  1. Konten harus sesuatu yang dibutuhkan oleh prospek Anda
  2. Konten harus memberi manfaat kepada prospek Anda.
  3. Hindari konten promosi

Mungkin Anda akan protes dengan poin ke-3.

Mengapa harus menghindari promosi?

Karena ini adalah untuk membangun personal branding Anda, meningkatkan kepercayaan prospek kepada Anda, bukan untuk mempromosikan bisnis Anda.

Lalu bagaimana kita akan dapat berbisnis jika kita tidak promosi bisnis kita?

Tujuan dari Personal Branding Bisnis MLM adalah meningkatkan kepercayaan prospek kepada diri kita.

Jika kita sudah dikenal dan dipercaya oleh prospek, maka secara apapun yang kita tawarkan akan sangat mudah membuat prospek tertarik.

Hari Ke-5 :

Siapkan akun social media Anda. Minimal miliki 3 akun social media ini : Facebook, Twitter dan Google+.

Saya biasanya membuat akun gmail terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan mengaktifkan akun google+.

Kemudian baru membuat akun facebook dan twitter. Ini hanya untuk mempermudah saja.

Anda silakan saja membuat akun social media dengan cara Anda sendiri, tidak harus seperti pengalaman saya.

Namun pastikan dalam social media Anda untuk :

  1. Hindari konten promosi bisnis MLM Anda, termasuk produk dan marketing plan
  2. Jangan gunakan logo perusahaan atau gambar produk sebagai foto profil
  3. Gunakan foto Anda sendiri yang tampak jelas dan profesional
  4. Buang informasi yang tidak perlu dan tidak sesuai dengan bidang bisnis yang Anda jalankan. Misalkan dalam info profil Anda ditulis : “Aku adalah orang yang merindukan kasih sayang”

Hari ke-6 :

Miliki Domain dan Hosting untuk membuat Website Pribadi.

Mengapa harus punya website pribadi?

Sebenarnya jika hanya untuk melakukan personal branding saja, menggunakan social media itu cukup. Tapi yang perlu Anda ketahui bahwa social media seperti facebook, twitter dan google+ bukanlah milik Anda.

Facebook adalah milik Mark Zuckerberg, bukan milik Anda.

Twitter adalah milik Jack Dorsey dan kawan-kawannya.

Google+ adalah bagian dari Google yang merupakan milik dari Larry Page.

Data-data akun follower Anda bukan milik Anda. Data-data itu tersimpan dalam storage perusahaan pemilik social media tersebut.

Apa jadinya kalau mereka memutuskan menutup social media tersebut? Hilang sudah semua follower Anda.

“Tapi bukankah sudah website dari perusahaan yang dapat kita gunakan?”

Ya. Website perusahaan memang dapat kita gunakan. Tapi tidak untuk personal branding.

Website tersebut dibuat untuk memfasilitasi semua member, bukan Anda saja. Artinya sangat mungkin ada banyak hal di dalam website tersebut yang tidak mendukung personal branding Anda.

Maka dari itu Anda perlu website pribadi yang Anda tempatkan di self hosting.

Saya sangat menyarankan Anda untuk berinvestasi membangun website pribadi di self hosting. Karena memiliki website pribadi di self hosting artinya Anda memiliki hak atas konten dalam website tersebut. (Meskipun begitu Anda harus tetap tunduk pada peraturan dan undang-undang yang berlaku)

Mulailah dengan membeli Hosting dan Domain untuk website Anda.

Investasinya menurut saya sangat murah, hanya sekitar 300 ribu hingga 500 ribu rupiah per tahun (tergantung layanan domain dan hosting yang Anda gunakan). Sangat murah jika dibandingkan dengan potensi hasil yang akan Anda peroleh melalui bisnis MLM Anda.

Berikut Referensi untuk membeli Domain dan Hosting yang saya rekomendasikan :

Hosting dan Domain dari Luar Negeri

Hosting dan Domain dari Indonesia

Beberapa rekomendasi saya di atas sudah saya uji keandalan baik dari sisi kualitas layanan hosting dan domain hingga layanan konsumen ketika kita mengalami kendala.

Hari ke-7 :

Membangun Website Pribadi dengan menggunakan wordpress.

Mengapa WordPress? Mengapa tidak menggunakan blogspot, joomla, drupal atau CMS lainnya?

Sederhana jawaban saya. Karena wordpress adalah CMS paling populer saat ini, mudah digunakan, gratis, banyak dukungan yang sangat membantu dalam mengembangkan website sesuai dengan keinginan kita.

Bagi Anda yang sudah familiar dengan wordpress, akan sangat mudah untuk melakukan instalasi sampai settingnya. Tapi bagi Anda yang belum pernah menggunakan wordpress, tenang saja… wordpress sangat mudah untuk digunakan. Hampir tidak memerlukan kemampuan programming sama sekali. Dan cukup cari saja di google juga sudah banyak yang menyediakan tutorialnya.

Saya juga akan menyediakan panduannya di dalam blog saya ini.

Instalasinya cukup mudah dan tidak memakan waktu lama, 5 menit juga sudah selesai.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan setelah Anda menginstal wordpress dalam website Anda :

1. Theme/Tampilan

Pilih yang bersih, ringan dan tidak membingungkan pengunjung mengakses website Anda. Banyak theme yang gratis tapi cukup bagus dan mendukung untuk personal branding Anda.

2. Plugin

Pilih plugin yang sesuai dengan kebutuhan Anda, bukan keinginan Anda. Terlalu banyak menginstall dan mengaktifkan plugin justru malah membuat website Anda berat untuk diakses.

Sebagai contoh : untuk pembuatan form kontak, melihat statistik website, membuat related post dan membuat tombol share ke social media, cukup install Jetpack. Semua sudah tersedia, tidak perlu menginstall plugin untuk tiap-tiap kebutuhan.

3. Beberapa Pengaturan Penting

Misalkan permalink, Nama Website dan Taglinenya, Pengaturan tanggal dan jam, dan lain-lain. Jika Anda membaca tutorial hasil pencarian di google Anda akan menemukan cara pengaturan yang berbeda-beda. Yang satu menyarankan Anda mengaktifkan fungsi tertentu, yang lain justru melarangnya.

Itu wajar. Tiap-tiap orang memiliki cara sendiri-sendiri dalam mengatur wordpressnya sesuai kebutuhan mereka masing-masing. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri.

Hari ke-8 :

Mengatur halaman-halaman website Anda.

Yang pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur halaman/Pages.

Hapus Halaman “Sample Page” karena itu tidak Anda butuhkan.

Berikut beberapa halaman yang saya sarankan untuk Anda buat.

1. Halaman depan, pada dasarnya isi dari halaman depan adalah rangkuman isi website Anda. Di halaman pertama Anda harus dapat membuat pengunjung tertarik untuk mengakses halaman atau artikel-artikel yang Anda sediakan.

Saya sarankan di awal untuk mengisi dengan kumpulan artikel-artikel Anda (Blog Post). Artinya pada pengaturan Setting >> Reading >> Front page displays, Anda biarkan pada pilihan ” Your latest posts ” atau tidak perlu Anda ubah pengaturannnya (biarkan apa adanya).

Mengapa? Karena Anda belum punya artikel dan halaman Anda banyak yang masih kosong. Jadi belum ada yang perlu dirangkum di halaman depan.

Setelah Anda sudah punya banyak pengunjung (minimal 100 orang per hari) Anda boleh mengisi dengan rangkuman isi website Anda.

2. Tentang Saya, pada halaman ini Anda isikan tentang diri Anda. Mengapa orang perlu tertarik kepada Anda? Apa yang membuat Anda istimewa?

Hati-hati… hindari kesan pamer. Ceritakan kepada pengunjung Anda apa adanya. Malahan sangat bagus jika Anda mampu menceritakan diri Anda dengan cara yang rendah hati.

Maka saya sarankan untuk tidak memposting screenshot penghasilan Anda, meskipun hasilnya sudah ratusan juta rupiah atau bahkan milyaran.

3. Bisnis Saya, sebelum Anda punya banyak pengunjung saya sarankan Anda untuk menyembunyikan halaman ini dulu.

Biarkan banyak pengunjung yang datang dan tertarik dengan Anda dan tulisan Anda. Isi dari halaman “Bisnis Saya” adalah tentang bisnis MLM yang Anda jalankan.

Disini Anda mulai mengajak prospek untuk mengenal lebih jauh tentang bisnis yang Anda jalankan.

4. Kontak Saya. Halaman ini adalah halaman dimana pengunjung dapat menghubungi Anda.

Kesalahan Utama yang biasa terjadi adalah rata-rata pembuat website tidak tahu mengapa pengunjung perlu menghubungi kita. Sehingga membuat halaman kontak hanya berisi form kontak atau nomor telepon dan pin BBM saja.

Padahal jika dikelola dengan baik, halaman kontak dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pengunjung membeli atau bergabung.

Untuk itu, Anda perlu memikirkan, Apa tujuan pengunjung menghubungi Anda? Kemudian tuangkan jawaban tersebut dalam halaman kontak untuk mengarahkan prospek Anda menghubungi Anda.

Hari ke-9 s/d hari ke 20 :

Isi website Anda dengan artikel-artikel berkualitas dan berbobot. Yang saya maksud dengan berkualitas dan berbobot disini bukan sesuatu yang serius dan perlu tingkat kepintaran tertentu untuk membaca.

Artikel yang berkualitas dan berbobot adalah :

  • Menarik
  • Dicari dan dibutuhkan oleh pembaca
  • Mampu memberikan manfaat atau memecahkan masalah pembaca
  • Tidak membosankan untuk dibaca
  • Menarik pembaca untuk kembali datang dan mengakses website Anda

Untuk membuat artikel yang berkualitas dan berbobot Anda harus melakukan riset konten dan artikel. Gunakan google untuk mencari artikel-artikel yang sesuai dengan topik yang ingin Anda buat artikelnya.

Kumpulkan artikel-artikel tersebut. Lalu tingkatkan kualitasnya. Misalkan jika artikel lain membuat “10 Cara Menghasilkan uang dari Internet”, maka buatlah…

“20 Cara Menghasilkan uang dari Internet”.

Buatlah minimal 5 artikel. Tapi jangan terlalu banyak. Pentingkan kualitas daripada kuantitas. Lebih baik Anda membuat 5 artikel berkualitas daripada 20 artikel yang tidak berkualitas dan tidak berbobot.

Saya menyarankan Anda membuat artikel minimal berisi 1000 kata. Jangan buat artikel pendek-pendek.

Banyak yang menyarankan untuk membuat artikel minimal 300 kata. Tapi 300 kata itu tidak cukup untuk sesuatu yang berkualitas. Jika Anda hanya ingin membuat pengunjung datang lalu segera pergi sih boleh-boleh saja membuat artikel pendek seperti itu. Saya sendiri untuk membuat artikel minimal 1500 sampai 2500 kata.

Untuk artikel yang sedang Anda baca ini berisi lebih dari 2500 kata. Tidak perlu buru-buru membuat artikel. Utamakan kualitas.

“Nggak pegel bikin artikel 3000 kata?”

Capek dan agak repot memang. Tapi hasilnya sangat memuaskan.

SerpIQ telah melakukan analisa hubungan antara posisi hasil pencarian di google dan panjang artikel. Dan hasilnya menunjukkan bahwa semakin panjang artikel yang dibuat, semakin tinggi rangkingnya.

Tidak ada ruginya menulis artikel panjang hingga 1000 kata.

Pertama, artikel kita akan mendapatkan posisi yang bagus di search engine. Kedua, pengunjung benar-benar tahu bahwa kita membuat artikel dengan sungguh-sungguh dan sangat memungkinkan pengunjung akan datang kembali ke website kita.

Hari ke-20 s/d hari ke-30 :

Sekarang saatnya Anda mempromosikan konten dalam website Anda.

Namun bukan berarti pada tahap ini Anda berhenti membuat artikel. Saya sarankan Anda untuk terus memproduksi artikel-artikel yang bermanfaat dan berkualitas.

Jangan pernah berhenti membuat artikel. Karena artikel-artikel tersebut akan membantu Anda dalam membangun personal branding bisnis MLM Anda.

Untuk mempromosikan konten, lakukan hal berikut :

1. Promosikan konten, bukan website atau blog Anda.

2. Promosikan kepada rekan-rekan yang Anda kenal di social media. Sebaiknya kepada mereka yang memang punya minat dengan topik yang Anda bahas dalam artikel Anda. Minta mereka untuk membaca dan memberi komentar jika perlu. Dan jika berkenan, minta juga untuk share ke timeline mereka. Jika tidak mau, ya sudah tidak masalah. Yang penting mereka mendapatkan link konten Anda.

3. Promosikan di forum-forum. Cari forum/thread berkualitas yang berhubungan dengan topik yang Anda bicarakan. Berikan salam kepada penghuni thread tersebut dan ceritakan sedikit yang menarik minat mereka terhadap artikel Anda. Lalu selipkan link artikel Anda agar mereka mau berkunjung dan membaca artikel Anda secara utuh.


Sekarang saatnya Anda praktek. Tidak perlu tanya mulai dari mana. Jelas mulai dari hari pertama dan dilanjut ke hari berikutnya.

Semoga Bermanfaat.

Terimakasih banyak ya... bagi yang telah berbagi artikel ini. :)

Dapatkan Panduan Bisnis Online dan Internet Marketing
GRATISĀ Langsung ke Email Anda

Artikel Panduan yang perlu Anda baca...

Tulis komentar, pertanyaan atau pendapat Anda mengenai artikel ini... :)